Emosi & Penyembuhan Luka

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas Ohio Amerika Serikat menemukan bukti bahwa emosi marah dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Sedangkan penelitian sebelumnya, menemukan fakta bahwa temperamen yang tinggi (baca: emosionil) berhubungan dengan faktor yang memperburuk kondisi jantung koroner, hipertensi, dan stroke.

Dalam penelitian itu dimana peneliti memberi luka bakar ringan kepada sejumlah sukarelawan, peneliti menemukan hasil bahwa pada orang yang kesulitan mengontrol emosinya, memiliki 4 kali lipat kecenderungan untuk penyembuhan lebih dari 4 hari lebih lama daripada mereka yang bisa mengendalikan emosinya. Hal yang sama ditunjukkan oleh orang yang cenderung terbuka dalam mengemukakan kemarahannya, sedangkan yang gagal menahan kemarahannya, justru jauh lebih lama lagi. (AFP)

Pagi hari bersama Blacky

Selasa, 4 Februari 2008 jam 5.32 pagi.

Hari ini rencananya mau ajak si Blacky ke kantor nih, soalnya dah niat mau pulang agak malem, biar lebih aman di jalan.

Begitu buka pintu depan, langsung di sambut sama senyumnya si Blacky, badannya udah bersih semua, soalnya tadi malem udah dimandiin Kakek sampe bersih. Makasih ya Kek :-) . Begitu ngeliat gue, langsung aja si Blacky matanya bersinar, seneng banget deh. Langsung aja gue buka pintu gerbang, renggangin badan sebentar, pake sepatu, ambil tas dan siap-siap mau ja… (eh, si Umi nyodorin pipinya, hehe, lupa, blom kiss pagi. mmuah. berangkat dulu ya Mi, assalamu’alaikum.) lan.

Assalamu’alaikum Blacky, kamu anterin abi ke kantor yah hari ini, soalnya rencana nanti mau pulang agak malem. Sebelum pergi, jangan lupa do’a, supaya perjalanan kita di ridhoi Allah (aamiin). 

Udara bogor pagi itu lumayan dingin, si blacky meraung sebentar – pemanasan katanya :) – untungnya gak turun hujan, jadi jalanan gak becek, soalnya gak enak juga sama Kakek, dah mandiin si blacky eh nanti pulang kotor lagi.

Diperjalanan kepikiran pengen dengerin Dou Shi Ni nya  Michael GuangLiang, tapi setelah pikir2 lagi, kayaknya mendingan dengerin bacaan Al-Qur’an deh. Cari-cari-cari, alhamdulillah, ketemu juga cd murrotal yang kemaren di beli di Al-Amin barangsiang.

Jam 06:03, masuk pintu tol Sentul selatan. Kondisi lalu lintas lancar, cuaca cerah. Langsung aja deh ajak si Blacky lari, dan wuuts…. :-) ini yang paling gue seneng dari si blacky, responsive. 60..75..100..125 km/jam, gak terasa. Head unit melantunkan surat Al-baqarah (gak copy ayat ke berapa, tapi sekilas gw nangkep point nya : musibah..innalillahi wa inna illaihi raajiuun). Turunin ah kecepatannya blacky.

Alhamdulillah, perjalanan lancar, taman mini lancar, cawang juga masih lumayan lancar, mungkin 15 – 30 menit lagi dah macet tuh. Blacky melaju terus, ambil jalur tanjung priok, belok ke tol bandara dan exit di sunda kelapa / glodok.

Jam 07.08, alhamdulillah dah masuk kompleks kantor. Telp si umi bentar, juga si abang alif, soalnya tadi pagi waktu berangkat dia masih tidur, mau di bangunin gak tega. Gue kirain dia bakal nyariin gue waktu bangun, eh, rupanya cuman bilang (si umi yang cerita) “Lho…mobing (maksudnya mobil, entah kenapa alif blom bisa melafalkan L dan R di belakang) umi mana ?”.
“di bawa sama abi ke kantor” jawab Umi.
“Oooh, ya udah”, gitu responnya. abi nya gak ditanyain, hiks… :(

thanks yah Blacky, dah anterin ke kantor. Alhamdulillah perjalanan kita hari ini lancar, semoga besok2 juga begini yah. aamin.

07.15 selese.

Kepercayaan

PRANG..!!!! gubrak !!!

kedengeran lagi deh suara piring pecah di susul pintu di banting dari rumah pasangan muda Andi dan Santi. Kayaknya minggu ini udah kali yang ke dua deh. Waktu itu saya lagi bersihin kolam ikan waktu Andi datang dengan muka kusut sambil ngomel-ngomel.

Andi : bingung gue sama si Santi, apa-apa itu bawaannya curigaaa aja. Lama-lama bisa habis juga kesabaran gue.
Saya : yang sekarang karena apa :-) ?
Andi : Duh, malu deh gue sama lu, entah udah yang keberapa kali yah gue ribut begini…
Saya : (dalam hati : upps…salah ngomong deh, harusnya tanya “Ada apa Ndi ?”).
Andi : Barusan temen kantor gue, cewek, nelpon nyampein pesen dari bos gue supaya besok sabtu gue dateng ke kantor, ada kerjaan yang mau diberesin. Si Santi curiga, dia pikir gue mau ke kantor nemuin temen gue itu, alesannya bos gue yang nyuruh dateng. DIa bilang, “kalo emang bos kamu yang suruh, kenapa gak telpon langsung, kenapa harus si Wendy !”.
Andi : ya mana gue tau kan Jie ? gue kan cuman nerima telponnya. Pusing deh gue kalo begini. Padahal dulu gue ngebayangin punya istri itu bikin gue jadi senang, ada temen ngobrol, waktu gue capek dia bisa bangkitin semangat gue, eeh, yang ada malah dia yang bikin gue stress berat.
———————– yah, silahkan ceritanya dilanjutkan sendiri yah :-) ———

Sekelumit cerita fiktif diatas mungkin ada juga yang pernah mengalaminya. Mungkin juga anda, sahabat anda, saudara, orang tua atau mungkin juga saya – wallahu a’lam.

Saya coba mengambil hikmah dari cerita diatas.
Kunci utama dari komunikasi adalah kepercayaan, tanpa ini maka informasi hanya “numpang lewat” di pendengaran kita, tidak akan diproses lebih lanjut apalagi sampai di analisa. Mengapa Santi tidak percaya bahwa Wendy menelpon Andi atas permintaan Bos nya Andi atau bahwa Andi berkata jujur ? mungkin, ini lah sebenarnya pemicu keributan antara Andi dan Santi, jadi bukan karena masalah wendy menelpon Andi. Bisa kah anda membedakannya ?

Ada banyak kemungkinan jawaban untuk masalah diatas :

  1. Santi tidak suka pada Wendy
  2. Andi sering berbohong pada Santi
  3. Santi tidak ingin Andi pergi dihari sabtu
  4. Mungkin gaya pembicaraan Andi dan Wendy membuat Santi curiga ?
  5. de el el

Andi yang merasa dicurigai tanpa alasan, tidak bisa menerima sehingga timbul pertengkaran. Sekali lagi hal ini karena kepercayaan, dan kepercayaan itu harus dibentuk, bukan tumbuh dengan sendirinya. Kepercayaan itu bersifat 2 (dua) arah dari pemberi ke penerima dan sebaliknya. Steven Covey dalam 7 habits mengatakan “Berusahalah untuk mengerti baru minta dimengerti”

Salam.

Kiat menghadapi masalah

Bismillahirrahmaanirrahiim Siapa  dalam hidup ini yang tidak pernah menghadapi masalah ?  Setiap mahluk pasti punya masalah. Namun, sebenarnya masalah tersebut bukan lah masalah. Masalah sesungguhnya adalah, BAGAIMANA CARA KITA MENYELESAIKAN / MENGHADAPI MASALAH tersebut. Kedengerannya seperti permainan kata-kata, tetapi ini lah yang sebenarnya (paling nggak, menurut saya demikian :-) ).

Lalu bagaimana cara menghadapi masalah2 tersebut ? secara detil, tentu saja berbeda untuk setiap kasus, namun jangan khawatir, berikut adalah kiat-kiat menghadapi masalah (ini saya summarykan dari ceramah Aa Gym yang sempat saya dengar) :

  1.  JANGAN PANIK
    kepanikan akan membuat kita menjadi gugup, dan kalo sudah gugup maka kita sulit melakukan sesuatu dengan benar.
  2.  JANGAN EMOSIONAL
    bayangkan anak anda memecahkan guci antik anda yang harganya mahal, kemudian anda marah2, ngomel kesana kesini, memukul anak anda hingga si anak menangis atau benci pada anda, apakah guci antik anda utuh kembali ? kalo iya, saya akan koreksi kiat ini, dan kemungkinan besar akan ikut marah2, sapa tau malah jadi lebih bagus guci nya :-)
  3.  JANGAN TERGESA-GESA
    Steven Covey melalui 7 habit nya mengatakan bahwa kebiasaan manusia efektif yang pertama adalah PROAKTIF, dimana untuk setiap stimulan kita diminta untuk memikirkan sebelum bertindak.  Jadi, ngerti dong maksudnya jangan tergesa2.
  4.  JANGAN MENDRAMATISIR
    kecuali anda artis sinetron, maka jangan mendramatisir masalah, ini hanya akan memberikan kredit jelek pada anda ketika orang lain tau bahwa anda hanya membual saja tentang masalah itu. Kalau masalahnya adalah anda telat masuk kantor karena bangun kesiangan, yaa, tidak perlu mengatakan bahwa jalanan macet karena ada kecelakaan.
  5.  JANGAN PUTUS ASA
    Patah hati boleh, tapi jangan putus asa apa lagi putus penghasilan, hehe.  Putus asa hanya akan membuat kita malas, merasa benar bahwa kita tidak mampu menyelesaikan masalah.  Paling parah kalau sampai menyalahkan Allah (Na’udzubillah)

Alhamdulillah, semoga bermanfaat.

Tidak Ramah Perpendek Umur

Apakah anda tipe orang yang tidak ramah dan sering bermusuhan? Jika ya, sebaiknya segera ubah kalau ingin panjang umur. Karena sifat tidak ramah ternyata akan memperbesar resiko sakit jantung yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia.

Hasil penelitian Dr Tetsuya Ohira dari University of Minneapolis dan koleganya menunjukkan orang yang tidak ramah dan bermusuhan akan kehilangan antioksidan, zat kimia yang mengeluarkan racun dari tubuh. Penelitian mereka melibatkan 3579 laku-laki dan perempuan dengan rentang umur 18 – 30 tahun dalam studi yang dinamakan Peningkatan Resiko Kardiovaskular pada Orang Dewasa. Penelitian itu mengukur tingkat karotenoid, pigmen yang memiliki sifat-sifat antioksidan sangat kuat, serta tocoferol (Vit E).

Penelitian itu menunjukkan orang yang memiliki tingkat permusuhan pada permulaan studi memiliki tingkat karotenoid lebih rendah pada tujuh tahun kemudian. Kondisinya akan semakin buruk bila orang jenis itu merokok dan minum alkohol. (ReutersHealth)

Memperoleh Gizi dari Tahu dan Tempe

Tahukah anda bahwa ternyata tempe dan tahu yang akhir-akhir ini bermasalah di pasaran (langka dan mahal) ternyata memiliki gizi yang baik bila dimasak dengan benar? Tempe dan tahu yang terbuat dari kedelai ini pada dasarnya memiliki angka kandungan gizi yang cukup besar. Pada 100 gram tempe mengandung 18.3 gram protein, dan 129 mg kalsium. Sedangkan pada tahu mengandung 7.8 gram protein dan 124 mg kalsium.

Hal ini karena disebabkan karena pengolahan tempe yang menggunakna fermentasi jamur rhizopus menimbulkan efek peningkatakan kadar protein maupun zat gizi lainnya. Selain itu tempe juga kaya akan zat-zat antioksidan, yang berfungsi membantu menangkal zat radikal bebas serta memperlambat datangnya penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler. Sedangkan kandungan niacin (vit B3) di dalam tempe juga jauh lebih tinggi daripada kedelai itu sendiri. Niacin secara luas diketahui mampu menahan lajut peningkatan kolesterol, memelihara sistem sirkulasi darah, dan kesehatan kulit.

Untuk pencernaan sendiri, tempe ternyata juga salah satu makanan yang mudah dicerna oleh sistem digestif kita, sehingga membantu mencegah sembelit dan mengurangi efek diare.

Namun sayangnya, pengolahan yang tidak benar merusak zat-zat gizi serta mengurangi manfaat tempe ini. Diketahui bahwa pengolahan dengan cara digoreng menyebabkan terjadinya ketidakstabilan lemak tak jenuh ganda yang terdapat dalam tempe. Akibatnya zat lemak tak jenuh ganda yang ada akan hilang.

Untuk itu sebaiknya masak tempe dan tahu dengan cara ditumis, cah, pepes, rebus, semur, atau dibacem tanpa digoreng. Bahkan di sejumlah negara tempe dimasak dengan cara dijadikan burger dengan cara dipanggang bara