Situasi Cuaca dan Demam Berdarah

Situasi cuaca akhir-akhir ini sangat tidak bersahabat, hujan turun deras, dan hampir terjadi setiap hari. Di sejumlah daerah sudah mulai tergenang, dan sebagian lagi mulai banjir.Dan biasanya pada akhir-akhir seperti ini, penyakit lama nan abadi, yaitu Demam Berdarah, datang dan bersimarajalela… Di kota-kota pinggiran pantai seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dll penyakit ini telah menjadi endemik alias penyakit yang selalu ada di setiap waktu, hanya angkanya naik pada musim-musim tertentu. Nah, kalau sudah datang berombongan begini, kasus kematian juga akan meningkat, khususnya pada anak-anak (meski tercatat sejumlah orang dewasa juga ‘menggelepar’ akibat penyakit ini)

Apa Sih Penyebabnya?

Sebenarnya DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang dibawa dan disebarkan oleh nyamuk yang bermarga Aedes Aegypti, yang memiliki ciri khusus seperti ‘penjahat unyit’ loreng-loreng putih hitam tubuhnya. Nyamuk ini bahkan terkenal sebagai nyamuk yang ’suka kebersihan’, karena ia hanya mau berkembang biak dan tinggal di air yang jernih nan bersih, berbeda dengan sepupunya Anopheles si penyebar malaria.

Susahnya lagi, sebagaimana keluarga nyamuk lainnya, si Aedes ini memiliki kemampuan terbang dalam radius hingga 2 mil (kurang lebih 3 kilometer-an lah), sehingga memiliki radius penyebaran penyakit yang cukup luas. Selain itu kebiasaannya ‘berburu mangsa’ di jam-jam tertentu telah membuat anak-anak kita atau orang yang tidak aktif di jam-jam tersebut menjadi ’sasaran empuk’. Dulu, penyakit ini sering mengenai kawasan kumuh bin ‘lethek’ tetapi sekarang bahkan mengenai daerah-daerah elit juga….

Bagaimana Tanda & Gejalanya?

Gejala awalnya mirip-mirip seperti penyakit flu biasa, badan tidak enak, kepala sakit, ngilu-ngilu di sendi dan otot, yang kemudian setelah berlangsung 3-4 hari mulai muncul rasa sakit, mual, atau muntah. Sialnya, tanda khas seperti bintik-bintik (ruam) merah hanya terjadi di fase-fase akhir tanda dan gejala penyakit ini. Ruam ini dimulai dari badan bagian bawah, kemudian menyebar hampir ke seluruh tubuh. Nah bila ada anggota keluarga yang 3-4 hari memiliki gejala-gejala seperti itu segera pergi ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan. Pastikan semua informasi detail mengenai yang dirasakan telah disampaikan kepada dokter, dan bila perlu minta dokter untuk memeriksa ‘rumple leed’ (pengucapan: ‘rampel lit’) plus pemeriksaan darah. Fatality sering terjadi akibat pasien dan dokter pemeriksa lalai dalam melakukan pemeriksaan terfokus atas penyakit ini.

Tanda akhir adalah munculnya perdarahan bisa berupa mimisan atau melalui BAB, namun ini adalah tanda-tanda bahwa penyakit ini pada tahap yang sangat-sangat serius dan sering berujung kepada kematian (setelah muncul dengue shock syndrome)

Bagaimana sih sembuhnya?

Secara teori, virus dengue ini sebenarnya bisa mati sendiri, namun untuk membunuhnya, tubuh harus benar-benar dalam kondisi optimum. Kelelahan, kurang gizi, atau asupan nutrisi yang tidak baik akan membuat tubuh semakin rentan terhadap serangan virus dengue ini. Nah, bila pasien mampu ditingkatkan ketahanan fisiknya, maka akan semakin baik prognosanya. Untuk meningkatkan ketahanan fisik tentu dengan istirahat, asupan cairan yang cukup, gizi dan kalori yang memadai. Makanan-makanan yang membuat tubuh bugar, seperti buah dan sayur yang tinggi mineral dan vitamin akan sangat membantu peningkatan ketahanan tubuh ini. Bila ketahanan tubuh dapat dipertahankan maka penyakit ini biasanya akan sembuth dalam waktu 7-10 hari.

Katanya penderita DBD harus ditransfusi ya?

Sebenarnya yang penting adalah keseimbangan cairan tubuh, jadi tidak musti ditransfusi darah. Transfusi darah hanya dibutuhkan kalau memang tubuh mengalami kebocoran di pembuluh darahnya akibat serangan virus ini yang memperbesar pori-pori pembuluh darah, sehingga banyak sel-sel darah yang lari keluar. Bila trombosit juga makin menurun, maka diperlukan transfusi untuk memastikan bahwa trombosit tidak drop hingga level yang membahayakan fungsi tubuh.

Ada obat khusus nggak ya?

Hingga saat ini, belum ada obat khusus pembunuh virus dengue ini. Adapun obat-obatan yang diberikan bersifat suportif / roboransia yang menunjang ketahanan tubuh saja atau mengendalikan tanda dan gejala agar tidak menambah sengsara penderitanya.

Bagaimana upaya pencegahan penyakit ini?

Hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia secara khusus untuk penyakit demam berdarah. Sehingga pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah.

Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal – hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti. Penggunaan serbuk abate, dapat digunakan untuk membantai jentik-jentik nyamuk ini.

Kemudian, bila sudah ada kasus DBD di suatu lingkungan, maka langsung dilakukan tindakan foging di lingkungan tersebut, bahkan idealnya hingga radius 3 kilo dari kasus ini ditemukan

Tinggalkan Balasan